Posted on Rabu, 7 Jun 2023 15:05 WIB
ICMI Optimis ketahanan keluarga merupakan hal yang sangat penting menghadapi era Artifial Intelegence. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum ICMI, Prof. Riri Fitria Sari pada Seminar Nasional Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelegence di Depok (30/5). Pada Seminar tersebut, Prof. Dr. Riri Fitri Sari pakar IT (Information Technology) menyatakan perubahan gaya hidup akibat perubahan teknologi. Pesatnya inovasi dan penerapan teknologi baru dalam kehidupan manusia seperti Artificial Intelegence (AI) ataupun IoT (Internet of Think) serta berbagai temuan baru telah merubah cara hidup manusia.
Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti padakesempatan yang sama menegaskan bahwa Mahasiswa Universitas Gunadarma dituntut memiliki kesiapan menghadapi era Artificial Intelegence melalui pendidikan yang memiliki muatan ketahanan keluarga. Seminar yang dilaksanakan di Kampus F Universitas Gunadrama (30/5) merupakan kerjasama MPP ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dengan Universitas Gunadarma.
Lebih lanjut Riri menyampaikan untuk menghadapi berkembangnya Kecerdasan buatan yang dapat menghilangkan banyak pekerjaan, dan dihadapi dengan intelejensia berimaginasi untuk dapat menciptakan lapangan kerja baru, maka diperlukan ketahanan keluarga untuk menciptakan generasi yang kuat Iman dan takwa serta menguasai Iptek.
Perubahan teknologi telah merubah pola hubungan relasional keluarga yang juga berpengaruh terhadap nilai-nilai keluarga yang sangat dijunjung tinggi bangsa Indonesia. Teknologi terbaru seperti Chat GPT juga akan banyak mempengaruhi cara masyarakat hidup, bekerja, berkomunikasi, serta menjalin relasi satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya Riri menekankan pentingnya mahasiswa untuk mengetahui dan mempelajari teknologi terbaru yang akan mempengaruhi mereka di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, dr. Dewi Inong Irana, dokter spesialis kulit dan kelamin menyampaikan perlunya kewaspadaan generasi muda milenial akan masuknya perilaku negatif seperti periiaku seks bebas, seks menyimpang atau perilaku LGBT yang masuk melalui kampanye massif membonceng teknologi informasi yang digunakan masyarakat sehari-hari. Perilaku negatif ini dapat mempengaruhi hubungan dan relasi anggota keluarga.
Perilaku seks bebas dapat menyebabkan 22 penyakit yang beberapa diantaranya belum ada obatnya. Penyakit-penyakit ini akan menyebabkan menurunkan produktifitas generasi milenial Indonesia. Kasus-kasus HIV paling banyak dilaporkan di usaia produktif dan lebih banyak diderita laki-laki.
Prof. Didin Muhafidin, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, dalam seminar tersebut menyampaikan uraian yang gambling perihal larangan-larangan perilaku seksual menyimpang dan tindakan-tindakan anti sosial yang marak di masyarakat. Teknologi telah merubah pola hidup dan perilaku manusia, namun etika dan moralitas merupakan hal utama yang mesti dijunjung tinggi.
Prof. Didin juga menekankan agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap perubahan perilaku sosial dan mencegah ekses-ekses negatif dengan selalu mendekatkan diri pada agama dan nilai-nilai moral Pancasila yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang luhur, generasi milenial akan selalu mampu menghadapi perubahan teknologi dan tetap mengutamakan ketahanan keluarga.
Seminar sehari yang berlangsung hybrid ini diikuti oleh lebih kurang 500 mahasiswa dan dosen Universitas Gunadarma, dilaksanakan di Auditorium Kampus F Universitas Gunadarma Depok. Kampus yang sangat representatif sebagai sarana belajar mahasiswa ini tentunya akan menghasilkan cendekia muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap bangsanya.
Turut menjadi pemateri pada seminar tersebut Ibu Ony Jafar seorang pakar komunikasi keluarga dan Ibu Hanifah Husein yang membahas metodologi penanggulangan stunting dengan pendekatan parenting. Selain itu, seminar juga diisi oleh Pakar Financial literacy, U. Saefudin Noer dan pakar enrepreneurship, Bambang Sutrisno yang seluruhnya pengurus MPP ICMI.
Seminar ini merupakan salah satu program ICMI yang bertajuk ICMI Goes to Campus dimana pada program ini, ICMI akan berkeliling di kampus-kampus seluruh Indonesia untuk berdialog tentang ketahanan keluarga. Di tahun 2023 ini, Tim ICMI Goes to Campus telah mengunjungi 6 kampus, 1 di Banten yakni Universitas Tirtayasa, 4 Kampus di Bali, dan di Depok.