Posted on Selasa, 8 Mar 2022 17:51 WIB
Kalbar, 8 Maret 2022--Majelis Perguruan Tinggi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPT ICMI) bersama 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kalimantan Barat bekerjasama tentang program MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dalam kerja sama tesebut, para PTN di Kalimantan Barat berkomitmen untuk menjawab isu-isu human security dan kemajuan teknologi di perguruan tinggi. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring melalui Zoom pada 7 Maret 2022 bertempat di Universitas Tanjungpura (Untan).
Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, dalam sambutannya mendukung penuh kolaborasi yang dilakukan ICMI dengan beberapa Perguruan Tinggi tersebut. Menurut Prof. Dr. Arif Satria, ICMI memiliki tugas utama antara lain mencerahkan, menginspirasi, menggerakkan pada sesuatu yang baru yang berkaitan dengan inovasi.
Maka dari itu, Prof. Arif menekankan pentingnya inovasi sebagai penggerak techno-sociopreneurship.
Sebab, hal itu sebagai salah satu faktor terpenting kemajuan suatu negara, yaitu inovasi dan talent sehingga dinilai perlu untuk me-reform PT menjadi lebih maju.
“Hal ini yang mendasari ICMI sekarang memiliki Majelis Perguruan Tinggi (MPT),” kata Prof. Arif Satria.
Prof. Arif Satria juga menyebutkan pada kondisi sekarang ini, ada tiga hal pokok untuk menghadapi New Normal yaitu karakter dan integritas, mindset dan orientansi pada future practice. Ia juga menilai perlunya me-reform metode perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan termasuk dalam kurikulum sehingga menunjang outcome.
“Best practice itu penting, namun seharusnya bukan untuk ditiru, tapi untuk dilampaui sehingga menjadi future practice,” ujarnya.
Prof. Arif mencontohkan beberapa perusahaan yang melakukan future practice seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Youtube/Facebook. Ia menekankan pentingnya percaya diri agar bisa menjadi leader, bukan hanya follower.
“Tidak mengandalkan modal masa lalu, tapi bermodal kreatifitas sebagai modal masa depan,” ulasnya.
Prof. Arif menambahkan bahwa ada empat kuadran antara prestasi akademik dan tingkat ekonomi mahasiswa, di mana saat ini pemerintah berfokus pada kuadran 1 dan 2, yaitu mahasiswa dengan prestasi tinggi dengan ekonomi rendah atau sebaliknya.
“Posisi ICMI akan masuk dan memberikan solusi bagi mahasiswa di kuandran 3, yaitu mahasiswa dengan prestasi akademik rendah dan tingkat ekonomi yang juga rendah,” Katanya.
Senada dengan Ketum, Ketua Majelis Perguruan Tinggi (MPT) ICMI, Prof. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D menambahkan, ICMI berperan dalam menghadapi kemajuan teknologi.
Salah satunya adalah komitmen untuk memanfaatkan segala kekuatan PTN/PTS yang ada untuk membangun universitas baru berbasis digital. Misalnya, ICMI Digital University, di mana ICMI akan berkoordinasi dengan Kemdikbud tentang peraturan pendirian Perguruan Tinggi baru.
“Universitas tersebut sepenuhnya akan memaksimalkan kemajuan teknologi. ICMI akan terus berkontribusi untuk meningkatkan APK yang saat ini masih rendah. ICMI merupakan rumah bersama, banyak tokoh-tokoh dari ormas-ormas besar, sehingga posisi ICMI harus berada di tengah, sekaligus sebagai motor penggerak di masyarakat dengan mengunggulkan kecendekiawanannya,” ucapnya
Ia menekankan bahwa ICMI akan berusaha terus berada di posisi tengah atau penyeimbang.
“Sejarah mencatat, peran PT akan dimulai dari Universitas Tanjungpura, dari sini kita gerakkan bagaimana PT berperan mempersiapkan SDM unggul melalui ICMI,” tukasnya.
Masih di acara tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyampaikan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.
Selain itu, ia juga menyambut baik kerja sama ICMI dengan 12 PTN di Kalimantan Barat. Menurutnya, ini suatu itikad baik dari ICMI untuk membuat PTN berbasis teknologi.***