Home / Berita / Berita Nasional / Momen Idul Adha 1443 H Ketum Icmi Sampaikan Nilai Nilai Penting Untuk Transformasi Bangsa Di Era Disrupsi

Momen Idul Adha 1443 H, Ketum ICMI Sampaikan Nilai-Nilai Penting untuk Transformasi Bangsa di Era Disrupsi


Posted on Senin, 11 Jul 2022 10:14 WIB


Momen Idul Adha 1443 H, Ketum ICMI Sampaikan Nilai-Nilai Penting untuk Transformasi Bangsa di Era Disrupsi

Jakarta-Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof. Arif Satria menyampaikan pesan perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H dalam khutbahnya di Masjid Darussalam Kota Wisata pada Ahad, 10 Juli 2022.

Arif Satria menyampaikan Idul adha adalah momentum kebersamaan, dan sekaligus momentum untuk berbagi. Ia juga menyampaikan saat ini orang hidup di era yang penuh dengan perubahan. Perubahan itu keniscayaan karena bisa dikatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. 

"Karakteristik perubahan yang  dirasakan hari ini berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Perubahan hari ini dicirikan dengan kecepatan yang tinggi, penuh kompleksitas, dan membawa ketidakpastian," ungkap Ketum ICMI dalam khutbahnya. 

Ia menjelaskan ada tiga sumber yang telah membuat hidup berubah saat ini. Pertama, adalah perubahan ikilm, kedua adalah revolusi industri 4.0 dan ketiga adalah pandemi Covid-19. 

"Ketiga sumber tersebut mendatangkan masalah dan tantangan, " tuturnya. 

Adanya perubahan di kehidupan sekarang ini sambung Arif Satria, salah satunya pandemi Covid-19 telah membuat semua serba tidak pasti dan varian baru terus  bermunculan. Kejadian pandemi ini bukanlah peristiwa biasa karena dampaknya sangat luas secara global dan sistemik. Seluruh sektor kehidupan terkena dampak pandemi ini. 

"Bagi orang yang beriman, maka sejumlah masalah dan tantangan tersebut akan dianggap sebagai ujian. Ujian adalah cara Allah agar kita naik kelas. Tidak ada pelaut ulung yang lahir di lautan yang tenang, " 

"Ujian adalah cara Allah untuk menempa keimanan dan kehebatan kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk senantiasa belajar dari kisah-kisah Nabi dan masyarakat terdahulu yang diceritakan dalam Al Quran yaitu dalam QS Yusuf ayat 111," ungkapnya. 

Arif Satria menambahkan ada dua  dimensi ujian, yaitu ujian ketaqwaan dan ujian kehidupan. Keduanya saling berkaitan di kehidupan di dunia ini.  "Ujian ketaqwaan hampir dialami semua nabi. Idul Adha adalah sebuah peristiwa besar yang diabadikan dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS. Ujian ketaqwaan begitu besar, namun ujian itu bisa dilewati, " tuturnya. 

Ujian pertama, adalah ketika Nabi Ibrahim harus berhadapan dengan ayah dan kaumnya yang musyrik, bahkan sampai dihukum dengan dibakar hidup-hidup kisah itu tercantum dalam Surat Al Anbiya ayat 51 hingga 69 . Ujian kedua yaitu ketika Allah memerintah untuk menyembelih putra tercintanya yang sudah lama dinanti, Isma’il. 

"Kisah itu terdapat di dalam Surat Ash Shaffat ayat 102 hingga 107," tuturnya. 

Sementara itu ujian kehidupan sambung Ketum ICMI yang juga Rektor IPB University tersebut, berkaitan dengan kenikmatan kehidupan.  Ada yang diuji dengan nikmat yang minimal dengan kekurangan di berbagai aspek, baik rezeki, kesehatan, tahta, kekuarga, dan kehidupan sosial. 

"Inilah yang sering disebut orang awam sebagai ujian. Seolah ujian hanya  yang berkaitan dengan penderitaan. Padahal ada juga ujian berupa kelimpahan nikmat hidup sebagaimana dialami Nabi Sulaiman, " ungkapnya. 

Kontekstualisasi nilai-nilai Nabi Ibrahim as dan para nabi dalam menghadapi ujian, lanjutnya, bisa menjadi salah satu rujukan penting  dalam merespon ujian-ujian yang terus berdatangan sebagai konsekuensi perubahan. Oleh karena itu ada sejumlah nilai yang perlu diperkuat untuk menghadapi ujian.Pertama kata Arif Satria, perlunya sikap positif dalam menghadapi ujian.

"Sesungguhnya setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Ini adalah janji Allah dalam QS Al Insyirah ayat 5. yang artinya “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, " tuturnya. 

Maka dari itu Arif Satria mengajak semua orang untuk bersikap positif. Kata dia, sikap positif ini hanya bisa dimiliki oleh orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Yakni orang yang meyakini bahwa Allah akan selalu memberikan skenario yang terbaik untuk kita.  "Hal ini karena kita yakin bahwa Allah maha mengetahui tentang diri kita dan lingkungan kita baik hari ini maupun masa mendatang, " katanya. 

Di dalam surat Al Baqarah ayat 216 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Sikap positif ini akan membawa kepada  keikhlasan, tawakal, dan  optimisme.


"Pandemi Covid-19 juga kita mesti maknai dengan berpikir positif bahwa ini adalah cara Allah untuk menginstall tata kehidupan kita. Dengan adanya Pandemi Covid-19 kita semakin sadar betapa kehidupan kita selama ini telah mengganggu keseimbangan alam, dan kini kita menjadi sadar perlunya cara hidup baru yang ramah lingkungan, " 

"Kitapun makin sadar betapa kesehatan adalah nikmat intangible yang sangat penting, yang selama ini kadang kita abaikan. Kita makin sadar betapa hidup bergotong royong dan jiwa kemanusiaan juga sangatlah penting karena krisis tidak bisa dihadapi sendirian, " ungkapnya lagi. 

Untuk itu Arif Satria mengajak selalu berprasangka baik kepada Allah swt atas ujian yang diberikan.

Kedua, diperlukan kesabaran proaktif dan bukan hanya kesabaran pasif. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar. Ketiga, sikap kebersamaan menghadapi ujian. Allah memerintahkan untuk saling menasehati tentang kebenaran dan 
kesabaran. "Kesabaran begitu ditekankan oleh Allah karena ujian dan cobaan tidak akan pernah berhenti, sebagaimana dialami  oleh seluruh Nabi. Begitu pula dalam QS Al-Ma’idah ayat 2 ditegaskan oleh Allah 
"Saling Menolonglah kamu dalam melakukan kebajikan dan taqwa. Dan jangan saling menolong pada  perbuatan yang dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah SWT. Sebenarnya siksaan Allh SWT sangatlah pedih.”

Ayat ini jelas dia, sekaligus menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Manusia diciptakan untuk saling tergantung. Alam memiliki karakteristik yang bisa menjadi bahan pelajaran bagi konstruksi kebudayaan. 

"Alam memiliki sifat beragam, saling tergantung, dan berjejaring. Kita harus belajar dari bagaimana alam bekerja. Karena itu manusia diciptakan dengan keragaman, sehingga interdependensi dan berjejaring adalah kondisi yang perlu kita upayakan," 

"Lebih-lebih hari ini kita makin merasakan sebuah era yang penuh dengan kecepatan, ketidakpastian, dan kompleksitas. Era ini memerlukan skill kolaborasi yang kuat," tuturnya 

Selanjutnya, Momen Idul Adha ini kata Arif Satria adalah momentum kebersamaan, dan sekaligus  momentum untuk berbagi. 

"Hewan qurban yang kita bagikan adalah syariat tentang mekanisme berbagi. Pembagian hewan kurban kepada yang berhak merupakan simbol pentingnya semangat berbagi. Mestinya semangat berbagi tidak hanya saat Idul Adha tetapi juga pada hari-hari yang lain, " pungkasnya.*


Tags : Cendekiawan Muslim ICMI ICMI Pusat Kabar ICMI Kegiatan ICMI Ketua ICMI Opini




LBH ICMI Berikan Penyuluhan Hukum Waris Pada Lansia
LBH ICMI Berikan Penyuluhan Hukum Waris Pada Lansia
"Penyuluhan ini dalam rangka memberikan kesadaran akan pentingnya menyiapkan pembagian waris, agar keturunan yang akan ditinggalkan tidak bersengketa dalam hal pembagian waris orang yang wafat," kata Ketua bidang Non Litigasi Dr. (C) Ahmad Baihaki S.HI., M.H dalam keterangan tertulis kepada media pada Sabtu Malam (25 Januari 2025).
Senin, 1 Des 2025
Sinergikan Program Dengan Pemerintah, MPP ICMI Silaturahmi ke Beberapa Menteri Kabinet Merah Putih
Sinergikan Program Dengan Pemerintah, MPP ICMI Silaturahmi ke Beberapa Menteri Kabinet Merah Putih
"Alhamdulillah pekan ini Tim Bidang 6 telah beraudiensi dengan 3 Menteri Kabinet Merah Putih, yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji, dan seluruhnya menyatakan siap bersinergi dengan ICMI dalam mendukung program-program terkait bidang Perempuan, Anak dan Lansia," demikian dikatakan Wakil Ketua Umum ICMI
Senin, 1 Des 2025
ICMI: Jika Palestina Merdeka, Realokasi Tidak Diperlukan
ICMI: Jika Palestina Merdeka, Realokasi Tidak Diperlukan
Menurut Andi, Indonesia akan selalu terbuka untuk warga palestina sebagai bentuk dukungan kongkrit kepada Bangsa Palestina. Namun dalam konteks realokasi, penduduk Gaza, Palestina tidak boleh direalokasi atau dipindahkan dari tempat tinggalnya saat ini sebab upaya pemindahan itu sama saja dengan pengusiran warga Gaza dari kampung halamannya
Senin, 1 Des 2025
Silaknas ICMI :  RUU Perampasan Aset dan Revisi Undang-Undang  Sisdiknas Mendesak Untuk Ditetapkan Jadi Undang-Undang
Silaknas ICMI : RUU Perampasan Aset dan Revisi Undang-Undang Sisdiknas Mendesak Untuk Ditetapkan Jadi Undang-Undang
Terkait dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ICMI merekomendasikan agar Pemerintah segera melakukan penataan regulasi pendidikan dengan merevisi UU Sisdiknas (UU No. 20 Tahun 2003)
Senin, 1 Des 2025
ICMI Provinsi Jambi 2023 -2028 Dilantik, Pengurus Diharap Dapat Bantu Mencerdaskan Bangsa
ICMI Provinsi Jambi 2023 -2028 Dilantik, Pengurus Diharap Dapat Bantu Mencerdaskan Bangsa
Pelantikan dan Pengukuhan pengurus wilayah Ikatan Cendikiawan muslim se Indonesia (ICMI) provinsi Jambi masa bakti 2023-2028, dilakukan Wakil Ketua Umum ICMI Pusat Prof. Dr.M.Ja'far Hafsah, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (21/6/2023) malam.
Kamis, 22 Jun 2023
ICMI Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Wapres Harapkan ada Terobosan Baru Bagi Ummat di Dunia
ICMI Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Wapres Harapkan ada Terobosan Baru Bagi Ummat di Dunia
Jakarta--Sejumlah tokoh nasional serta aktivis umat Islam dari berbagai latar belakang profesi berkumpul dan menghadiri acara silaturahim kebangsaan dan Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI).
Selasa, 31 Mei 2022
Ketua Umum ICMI Terima Gelar Joguru Malamo dari Sultan Ternate
Ketua Umum ICMI Terima Gelar Joguru Malamo dari Sultan Ternate
Ketua Umum ICMI, Prof. Arif Satria, menerima gelar "Joguru Malamo" dari Sultan Ternate saat kunjungannya ke Maluku Utara.
Selasa, 1 Mar 2022
Press Release: ICMI Usulkan 7 Langkah Pencegahan dan Mitigasi Omicron
Press Release: ICMI Usulkan 7 Langkah Pencegahan dan Mitigasi Omicron
Jakarta, 5 Februari 2022--Perkembangan penyebaran Omicron varian Covid-19 yang begitu cepat, mendorong MPP ICMI bergerak cepat dalam mendukung langkah-langkah pencegahan serta mitigasi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, melalui 7 langkah penting.
Sabtu, 5 Feb 2022
Ketua Umum ICMI: ICMI Siap Bekerja dengan Asas Keislaman dan Keindonesiaan
Ketua Umum ICMI: ICMI Siap Bekerja dengan Asas Keislaman dan Keindonesiaan
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Arif Satria menyampaikan organisasi yang dipimpinnya siap bekerja dengan asas keislaman, kecendekiawanan, dan keindonedonesiaan. Dia mengatakan sifat Nabi Muhammad seperti shidiq, fathanah, tabligh, dan amanah harus dijadikan contoh.
Senin, 31 Jan 2022
Gelar Rakernas: ICMI Bahas 4 Peran dalam Transformasi Bangsa
Gelar Rakernas: ICMI Bahas 4 Peran dalam Transformasi Bangsa
Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Arif Satria menyampaikan empat peran penting ICMI dalam transformasi bangsa
Senin, 31 Jan 2022
Kementan dan ICMI Perkuat Kerja Sama Bangun Pertanian
Kementan dan ICMI Perkuat Kerja Sama Bangun Pertanian
BOGOR -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sepakat membangun sinergi melalui sumber daya, sarana, dan prasarana untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan perlunya kerja sama dengan ICMI sebagai salah satu lembaga pemberdayaan masyarakat Muslim di Indonesia yang memiliki potensi besar mendukung keberhasilan sektor pertanian.
Minggu, 30 Jan 2022
Presiden RI Minta Dukungan ICMI Bangun IKN
Presiden RI Minta Dukungan ICMI Bangun IKN
JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam upaya transformasi yang saat ini tengah dilakukan. Jokowi mengatakan pemerintah tengah bekerja keras mewujudkan transformasi di berbagai bidang, termasuk program pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Minggu, 30 Jan 2022
Prof. Arif Satria: ICMI Harus Besar dengan Gagasan
Prof. Arif Satria: ICMI Harus Besar dengan Gagasan
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) terpilih periode 2021-2026, Prof. Arif Satria, menyatakan bahwa ICMI harus besar dengan gagasan bukan dengan kekuasaan. Diwawancarai secara khusus oleh Antara di Kota Bogor, Ahad, Prof. Arif Satria mengutarakan organisasi tempat berkumpulnya para cendikiawan itu perlu mengedepankan tujuan awal pembentukannya oleh Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie sewaktu menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) pada t
Jumat, 7 Jan 2022
ICMI: Pemulihan Ekonomi Dampak COVID Harus Jadi Prioritas Utama
ICMI: Pemulihan Ekonomi Dampak COVID Harus Jadi Prioritas Utama
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) memandang Pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19 harus menjadi prioritas utama.
Jumat, 7 Jan 2022
Prof. Arif Satria Terpilih Sebagai Ketum ICMI, Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan di Bogor
Prof. Arif Satria Terpilih Sebagai Ketum ICMI, Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan di Bogor
Rektor IPB Prof. Arif Satria terpilih menjadi Ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026.
Jumat, 7 Jan 2022
Prof. Arif Satria Terpilih Menjadi Ketum ICMI Periode 2021-2026
Prof. Arif Satria Terpilih Menjadi Ketum ICMI Periode 2021-2026
Prof. Dr. Arif Satria terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2021-2026 usai gelaran Muktamar VII dari tanggal 4 hingga 6 Desember di Kota Bandung. Keterpilihan Arif Satria menandai era baru ICMI yang dipimpin oleh intelektual muda.
Kamis, 6 Jan 2022
Muktamar VII dan Milad ke-31 ICMI Digelar di Bandung
Muktamar VII dan Milad ke-31 ICMI Digelar di Bandung
Muktamar VII dan Milad ke-31 Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dilaksanakan pada tanggal 4-6 Desember 2021 di Hotel Grand Asrilla, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan mengundang anggota dan pengurus ICMI serta online dan disiarkan melalui channel YouTube ICMI Orwil Jabar. Tema yang diusung dalam kegiatan Muktamar VII adalah "Membangun Indonesia Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045",
Kamis, 6 Jan 2022