Posted on Selasa, 30 Ags 2022 11:06 WIB
Jakarta, 30 Agustus 2022 - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyambut baik keterbukaan Kemendikbudristek dalam menyusun Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). ICMI juga akan memberi masukan terbaik agar semangat merevisi UU Sisdiknas dapat mendukung keberhasilan pendidikan anak bangsa dan kemajuan negara, bukan hanya mengakomodir segelintir kelompok.
“ICMI akan memberikan masukan terbaik pada draft RUU Sisdiknas agar sistem Pendidikan Indonesia semakin baik. Ini bagian dari kontribusi ICMI sebagai solusi dan inspirasi untuk bangsa” ulas Arif Satria, Ketua Umum ICMI pada ICMITalk Webinar RUU Sisdiknas pada Senin, 29 Agustus 2022.
Sementara itu, Mohammad Najib, Wakil Ketua ICMI menyatakan bahwa ICMI akan membahas dengan seksama karena menjadi salah satu organisasi yang diminta pendapat dan masukan secara khusus tentang hal ini.
Fasli Jalal, selaku Dewan Pakar ICMI pada webinar tersebut menyatakan bahwa membahas RUU Sisdiknas adalah keniscayaan karena undang-undang sebelumnya telah berusia 19 tahun sehingga perlu RUU yang lebih mampu menjawab persoalan pendidikan yang semakin dinamis.
Walaupun demikian, Mantan Wamendikbud ini berharap pembahasan RUU Sisdiknas kali ini perlu disinkronkan dengan dengan Undang-undang Otonomi Daerah karena seringkali bertolak belakang dengan UU Sisdiknas.
Demikian pula dengan undang-undang Pesantren yang juga membahas mengenai pendidikan nasional. “Selalu ada irisan pendidikan pesantren dan pendidikan secara umum di Indonesia, sehingga perlu di sandingkan,” ulas Fasli.
Ganefri selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi ICMI dan juga Rektor Universitas Negeri Padang menyoroti perlunya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) perlu masuk secara eksplisit di UU ini karena selama ini LPTK menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional. Selama ini LPTK telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai penghasil guru yang berkualitas.
Sementara itu, Cecep Darmawan, Guru Besar di Universitas Pendidikan Indonesia yang menjadi salah satu narasumber menyarankan untuk membahas lebih lama dan mendalam lagi karena banyak hal-hal yang perlu digali lebih dalam lagi tentang persoalan pendidikan di Indonesia.
Beberapa pendapat yang mengemuka dalam diskusi ini yaitu, kesejahteraan guru. RUU ini diharapkan bisa membantu dan memperjelas para guru agar memiliki kesejahteraan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Pandangan lainnya agar RUU Sisdiknas ini mempertahankan karakter mulia yang menjadi tujuan pendidikan. Di samping itu profil pelajar berdasarkan kegotongroyongan dan berjiwa Pancasila juga perlu diperkuat.
Pandangan sejalan menyatakan bahwa RUU ini adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia, oleh karena itu kepentingan bangsa dan negara perlu diutamakan dibandingkan kepentingan kelompok. ICMI berkepentingan mengawal hal ini agar kemenfaatan RUU ini menjadi lebih baik bagi pendidikan Indonesia secara khusus dan bagi bangsa Indonesia secara umum. Karena Undang-undang ini adalah harapan sehingga perlu di dukung dan diberikan masukan yang konprehensif.
Pada akhirnya, dari berbagai masukan masyarakat dan anggota, Majelis Pengurus Pusat ICMI akan mengadakan pertemuan secara khusus untuk menyusun rancangan yang akan diberikan ke Pemerintah dan DPR untuk dibahas secara konprehensif. Masukan ICMI akan didasarkan pada kajian, pengalaman dan masukan pakar-pakar yang memahami bidang pendidikan, bidang sosiologi dan bidang kebudayaan.