Posted on Rabu, 28 Des 2022 23:47 WIB
Tangerang - Memperingati Hari Nusantara pada Desember 2022 diadakan penanaman pohon Mangrove dan pohon Langka Nusantara di Ketapang Urban Aquaculture (KUA) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Selasa (27/12/2022).
Kegiatan ini digelar oleh Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bersama dengan DPP Himpunan Alumni IPB, SEAMEO BIOTROP, IPB Universitu, serta Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten.
Selain penanaman 3.500 pohon Mangrove dan pohon Langka Nusantara, juga diadakan edukasi perlindungan pesisir kepada siswa sekolah, Fun Games, dan lomba mewarnai.
Wakil Ketua Umum ICMI Prof. Moh. Jafar Hafsah mengaku senang kegiatan ini bisa diselenggarakan.
Menurut Prof. Jafar Hafsah, pohon Mangrove memiliki manfaat besar untuk kehidupan baik manusia, alam, dan hewan yang ada di sekitar pesisir.
"Karena pohon Mangrove itu adalah pohon yang paling tinggi manfaatnya diukur dari manfaat dari pohon tersebut. Karena berada pada laut dan darat menghasilkan 0 2 atau oksigen," ungkap Jafar Hafsah usai melakukan penanaman pohon Mangrove dan pohon Langka.
Penanaman pohon, sebut Prof. Jafar Hafsah, merupakan simbol kehidupan karena menghasilkan oksigen, mengendalikan iklim, menghidupkan mahluk yang ada di bumi.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa pohon tidak bisa dihitung dari segi ekonomi. Tetapi ia menegaskan bahwa pohon itu harus diukur dari manfaatnya untuk kehidupan makhluk hidup.
"Pohon itu tidak bisa dihitung dari ekonomi, tapi diukur manfaat ya. Bagi saya pribadi dan wakil Ketum ICMI: halal menanam pohon dan haram menebang pohon. Haram itu kecuali terpaksa, kecuali tidak ada jalan lain dan harus ditanam kembali," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ahmed Zaki Iskandar melalui Kepala Dinas Perikanan Kepala Dinas Perikanan Jainudin mengapresiasi kegiatan penanaman pohon Mangrove dan pohon Langka.
"Pak Bupati mengapresiasi kegiatan penanaman pohon langka, penanaman mangrove. Kepedulian masyarakat, lembaga, akademisi, dan kementerian terkait untuk wilayah Tangerang ini khususnya wilayah Ketapang yang memang wilayah kita abrasi luar biasa maka penanaman pohon dan Mangrove suatu upaya yang sekarang digalang pemerintah," ungkap Jainudin.
Ia juga mengucapkan terima kasih adanya sinergi antara pemerintah, kementerian, lembaga, pendidikan, dan pemerintah daerah dalam rangka merestorasi wilayah pesisir ini.
Menurutnya, ada sekitar 52 kilometer yang melingkupi 8 kecamatan di wilayah garis pantai di Kabupaten Tangerang.
Di mana kondisi sekarang garis pantai itu sekitar 130 hektar Mangrove, kepemilikan Perhutani.
"Tapi sekarang dicoba ada pola kerja sama mempertahankan kawasan dan mengembangkan Mangrove ini potensi kawasan suatu pendekatan ekonomi wilayah pesisir," tuturnya.
"Ternyata memberikan positif bagi masyarakat sekitar. Bahkan menjadi destinasi wisata. Mangrove ini satu kunjungan ada yang menjadi hal unik," ungkapnya.
Kegiatan kolaborasi multipihak ini sudah dilakukan oleh DPP Himpunan Alumni IPB, IPB University, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan para pihak lainnya sejak tahun 2018.
Kegiatan konservasi pohon langka nusantara dan mangrove ini mendapatkan apresiasi luas dari pemerhati lingkungan, ilmuwan, peneliti, perguruan tinggi nasional dan internasional.
Kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini sangat strategis bukan hanya lokasinya yang dekat ibu kota tapi juga momentum yang tepat.
Dengan semakin hangatnya isu blue carbon sebagai penyerap emisi dan isu konservasi pohon langka nusantara, maka penanaman serentak dua isu besar ini menjadi begitu bermakna.
Minimal ada empat tujuan besar dari program penanaman mangrove dan pohon lang ini.
Keempat tujuan strategis tersebut adalah edukasi lingkungan, penyerapan emisi, kolaborasi multipihak dan konservasi pohon langka.
Keempat tujuan ini akan dapat dicapai pada satu kegiatan dan diharapkan akan ada banyak kolaborasi multipihak yang akan menanam mangrove dan pohon langka nusantara ke depannya.
Jika pada waktu bersamaan ada pihak yang merusak mangrove dan mengganggu kelestarian pohon langka nusantara, maka DPP HA IPB, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan IPB University tak akan lelah menanam dan hijaukan bumi.*